Jakarta — (Kutipan dari Detikcom)
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memastikan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 akan tetap berlangsung aman dan sesuai rencana, meskipun kawasan Timur Tengah tengah dilanda konflik.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al Amudi. Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan di Saudi hingga saat ini tetap terkendali.
“Kerajaan Arab Saudi, alhamdulillah, sampai saat ini tetap aman,” ujarnya, dikutip dari Antara, Rabu (25/3/2026).
Faisal menambahkan, seluruh persiapan penyelenggaraan haji 2026 berjalan lancar sesuai dengan rencana pemerintah Saudi. Ia memastikan bahwa pelaksanaan ibadah haji akan tetap berlangsung tanpa hambatan.
“Insyaallah semuanya akan berjalan dengan lancar,” katanya.
Sebelumnya, pada Jumat (13/3/2026), Faisal juga telah menyampaikan bahwa tidak ada kendala dalam persiapan musim haji tahun ini. Ia menegaskan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah tidak memberikan dampak terhadap pelaksanaan haji.
“Insyaallah persiapan berjalan lancar sesuai rencana dan tidak ada dampak apa pun,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa penerbangan jemaah haji menuju Arab Saudi tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Pemerintah Saudi pun mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak perlu merasa khawatir.
Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna mengantisipasi berbagai kemungkinan terkait situasi geopolitik di kawasan tersebut.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada Rabu (11/3/2026), Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengungkapkan bahwa terdapat tiga skenario yang telah disiapkan.
Skenario pertama adalah tetap memberangkatkan jemaah haji di tengah konflik, dengan sejumlah langkah mitigasi seperti pengalihan jalur penerbangan ke rute yang lebih aman, diplomasi untuk menjamin koridor aman bagi jemaah Indonesia, serta penerapan protokol evakuasi darurat.
“Pertama, ibadah haji tetap berangkat di tengah situasi konflik, dengan berbagai mitigasi risiko,” ujar Gus Irfan.
Skenario kedua adalah pembatalan keberangkatan jemaah meskipun Arab Saudi tetap membuka penyelenggaraan haji. Dalam kondisi ini, pemerintah Indonesia akan melakukan negosiasi tingkat tinggi agar biaya yang telah dibayarkan tidak hangus, melainkan dapat dialihkan untuk penyelenggaraan haji tahun berikutnya tanpa penalti.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan mekanisme pengembalian biaya pelunasan (refund) bagi calon jemaah jika pembatalan terjadi.
Adapun skenario ketiga adalah jika Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk menutup pelaksanaan ibadah haji. Dalam situasi ini, Indonesia dipastikan tidak akan memberangkatkan jemaah, dan fokus utama pemerintah adalah memastikan seluruh dana yang telah dibayarkan dapat kembali secara utuh.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, pemerintah berharap penyelenggaraan haji 2026 tetap berjalan lancar serta memberikan rasa aman dan kepastian bagi seluruh calon jemaah.
sumber: https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-8414400/tegaskan-negaranya-aman-dubes-saudi-persiapan-haji-2026-berjalan-lancar
Komentar
Posting Komentar